London – Marrakech Trip, Part 1: About Marrakech

Bagi sebagian besar masyarakat dan mahasiswa Indonesia di London yang ditemui, Marrakech adalah salah satu kota di Maroko yang direkomendasikan sebagai tempat untuk mengisi waktu libur di luar tempat-tempat wisata di Eropa. Selain relatif murahnya biaya perjalanan, untuk masuk ke dalam negara ini tidak memerlukan visa. Menurut salah satu kenalan yang telah membeli tiket perjalanan kesana, biaya yang diperlukan sekitar £170 per orang untuk transportasi udara (Easyjet) dan akomodasi selama 5 hari kerja. Walaupun kita hanya memiliki visa pelajar atau turis di United Kingdom (UK), kita tidak perlu membuat visa lagi ke negara ini.

Gambar 1. Lokasi Marrakech terhadap London

Marrakech merupakan salah satu kota turis di Maroko, yang terletak di benua Afrika bagian barat laut. Jarak dari London (Gatwick Airport) ke Marrakech (Menara Airport) sekitar 2,300 km atau 3,5 jam perjalanan menggunakan pesawat, dengan zona waktu yang sama dengan GMT. Cuacanya didominasi oleh cuaca yang panas berangin, dengan suhu antara 0o sampai 25o Celcius pada saat musim dingin dan bisa lebih panas dari itu pada saat musim panas. Mata uang yang digunakan adalah Dirham (Dh). Jika dikonversi, £1 bisa setara dengan sekitar 12-13 dirham (Januari 2012).

Gambar 2. Menara Airport di Marrakech dengan desain bangunan yang modern

Salah satu yang menarik dari Maroko adalah bahasa yang digunakan. Negara ini pada umumnya menggunakan bahasa Perancis dan Arab. Hal ini dikarenakan Maroko merupakan salah satu bekas jajahan Perancis. Spanyol juga pernah menjajah negara ini, tetapi tidak bertahan lama sebelum Romawi (Perancis) merebut kekuasaannya. Karena Perancis merupakan negara terakhir yang menjajah, jadi bahasa dan budayanya pun masih digunakan. Negara yang menggunakan lebih dari satu bahasa memang tidak jarang, contohnya seperti Malaysia dengan bahasa Melayu dan Inggris dan Belgia dengan bahasa Belanda, Perancis dan Jerman, tetapi negara yang memiliki multi-bahasa dengan gaya tulisan dan pelafalan yang sangat berbeda itu sangat jarang. Hampir semua orang yang ditemui itu bisa menggunakan dua bahasa tersebut, baik dari golongan bawah ke atas. Hampir di semua tempat menggunakan tulisan berbahasa arab dan perancis. Mirip dengan karakter orang-orang di Perancis, seperti kata kebanyakan orang yang sudah pernah kesana, kebanyakan orang yang ditemui di Maroko tidak bisa atau mau berbahasa Inggris.

Gambar 3. Dua bahasa yang digunakan: Perancis dan Arab

Marrakech bisa dibilang seperti ‘Bali’nya Maroko, karena lebih banyak turis mengenal kota tersebut dibandingkan ibukotanya sendiri, Rabat. Ada kawasan yang bernama Medina, artinya Kota Tua. Istilah ‘medina’ ini biasanya digunakan di sebagian besar kota di Maroko (tidak tahu kalau di negara arab lainnya). Kalau di London, Medina merupakan City of London yang meliputi Bank, Tower of London, dan sekitarnya.

Salah satu yang khas ditemui di kota ini adalah jus jeruk segar (freshly squeezed orange juice) yang bisa ditemui di mana-mana. Hampir di semua tempat makan dapat ditemui jus jeruk segar, dan di beberapa tempat harganya bisa lebih murah dibandingkan beli teh atau air mineral. Rasanya pun tidak perlu diragukan lagi. Di samping itu, banyak juga ditemui pohon jeruk di kota ini, terutama di tepi jalan raya utama dan di tempat-tempat turis. Namun, kedua fakta tersebut bukan berarti menunjukkan kalau jus jeruk merupakan hasil dari pohon jeruk di tepi jalan, karena beberapa kali jeruk dari pohon yang terlihat sudah matang dicoba dan rasanya pahit. Ada rumor mengatakan jus jeruk yang biasa dijual itu merupakan import, tetapi belum ada referensi lagi yang dapat memastikan akan informasi ini.

Gambar 4. Pohon jeruk yang biasa ditemui di tepi jalan

Islam merupakan mayoritas agama yang dianut, jadi bagi muslim yang jarang mendengar Adzan di London akan merasa ‘kangen pulang kampung’ saat mendengar Adzan yang dikumandangkan oleh banyak masjid di sana.

Banyak tempat yang dapat dikunjungi dan direkomendasikan untuk turis di Marrakech, yaitu Jemaa el Fna yang berada di pusat kota, Museum dan Jardin (taman), serta wisata alam yang berada di sekitar kota. Walaupun tempat-tempat turis yang ada bisa dibilang memiliki kualitas tidak seperti di negara maju, tetap ada banyak kesan yang didapat dari perjalanan ke kota ini.

Info lebih lanjut bisa dilihat di: http://www.travelmarrakech.co.uk/

NB: Some of my photos can be seen on my Flickr

Advertisements

About azisoelaiman

ITB Architecture's student, ITB Student Orchestra's violinist, melankolerist person, architect proffesional wanna be..

Posted on January 26, 2012, in Afrotrip, Travelling Stories and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: